Boys Over Flowers Episode 7

Sempat sumrigah karena mengira Jun-pyo bakal menyambut Jae-kyung, Nyonya Kang marah besar begitu tahu Jan-di ada dirumahnya. Dengan suara tinggi, ia meminta gadis itu dipecat. Namun siapa sangka, nenek kepala rumah tangga menolak perintah tersebut.

Meski berkuasa, Nyonya Kang tidak berkutik menghadapi sang pengurus yang telah ada di rumah keluarga Gu jauh sebelum dirinya menjadi istri pemilik Shinhwa. Setelah itu, Jae-kyung mendatangi Jan-di dan mengaku mengerti alasan gadis itu tidak menceritakan hubungannya dan Jun-pyo. Namun, Jae-kyung menyebut dirinya siap bersaing memperebutkan Jun-pyo.

Hubungan Yi-jung dan Ga-eul semakin renggang, Ga-eul mengira dirinya telah melepas pemuda itu untuk berbahagia dengan Eun-jae. Siapa sangka, Yi-jung belakangan baru mengetahui kalau hati Eun-jae ternyata sudah untuk pria lain yang ironisnya adalah kakak sang playboy.

Karena tidak bisa mengusir Jan-di, Nyonya Kang menggunakan cara lain : ia mengijinkan Jae-kyung tinggal dirumah keluarga Gu sehingga bisa selalu berdekatan dengan Jun-pyo. Meminta Jan-di masuk ke kamar barunya, Jae-kyung menyampaikan permintaan yang cukup mengagetkan : ia ingin Jan-di mau menjadi pendamping pengantin saat dirinya menikah dengan Jun-pyo.

Untuk keperluan pertunangan sekaligus promosi hubungan keduanya, Jun-pyo dan Jae-kyung diminta untuk tampil sebagai model iklan ponsel terbaru Shinhwa. Begitu iklan tersebut ditayangkan di televisi, semangat Jan-di untuk mempertahankan hubungannya dengan Jun-pyo semakin redup.

Bertemu dengan Ji-hoo atas prakarsa kakek pria itu, Jan-di menghabiskan waktu berdua dengan berjalan-jalan. Langkah keduanya terhenti di sebuah tempat dimana tengah diadakan kontes foto pengantin. Begitu mendengar ada hadiah makanan bagi juara kedua, Jan-di langsung antusias.

Bisa ditebak, pasangan Ji-hoo dan Jan-di memjadi juara pertama yang membuat mereka mendapat sepasang tiket ke pulau Jeju. Namun begitu melihat reaksi Jan-di, Ji-hoo berinisiatif menukarkan hadiahnya dengan pemenang kedua. Tersentuh oleh kebaikan hati pemuda itu, Jan-di secara spontan langsung memeluknya.

Bersama F4, Jan-di berangkat ke pulau Jeju untuk menghadiri pesta pernikahan Jun-pyo dan Jae-kyung. Disana saat berdua dengan Jae-kyung, sahabat sekaligus rivalnya tersebut meminta maaf karena telah mengacaukan hubungannya dengan Jun-pyo. Menyebut keduanya sebagai orang terpenting dalam hidupnya, Jae-kyung berjanji bakal menebus dosanya pada Jan-di.

Ji-hoo terus berusaha memompa semangat Jan-di dan mengingatkan bila gadis itu tidak mencoba merebut Jun-pyo, maka kesempatannya untuk berbahagia bakal sirna selamanya. Namun saat hendak berbicara dengan Jun-pyo, Jan-di melihat pria yang dicintainya itu sedang bicara empat mata dengan Jun-hee.

Berusaha memantapkan hati, sampai-sampai ia meminta Ji-hoo untuk memukul rahangnya, Jun-pyo memutuskan untuk berbicara dengan Jae-kyung. Setelah menyatakan tidak bisa bersanding dengna gadis itu, Jun-pyo berlutut didepan Jae-kyung untuk meminta maaf. Namun dengan keras hati, Jae-kyung menolak dan tetap ngotot ingin menikah.

Keesokan harinya, hari yang telah dinanti banyak orang akhirnya tiba. Keluar dengan setelan jas lengkap dan wajah pucat, Jun-pyo sempat meminta Woo-bin untuk mematahkan pergelangan tangannya sehingga pernikahan bisa ditunda.

Namun sebelum semuanya terjadi, Jan-di mendadak masuk dan mencela keputusan Jun-pyo yang dianggapnya pengecut. Sambil memegang bahu Jan-di, Jun-pyo meminta gadis itu untuk melarangnya meneruskan pernikahan.

——-

Jan-di kembali menjadi korban. Karena Jun-pyo tidak juga keluar dan membuat semua tamu resah, Nyonya Kang bertindak cepat dengan menculik paksa Jan-di. Setelah itu, ia mengirim pesan singkat ke ponsel sang putra. Ancaman tersebut sukses membuat Jun-pyo dengan berat hati melangkah ke altar pernikahan, namun kejutan kembali terjadi.

Tidak ada yang menyangka bahwa Jae-kyung sendiri yang menyatakan keberatan dengan pernikahannya (yang kemudian disusul oleh F3), kenyataan tersebut membuat Nyonya Kang dan kedua orangtua gadis itu marah besar. Jae-kyung ternyata sangat cekatan, ia berhasil membebaskan Jan-di dan langsung menyuruh Jun-pyo untuk menyusul gadis yang dicintainya itu. Gembira karena akhirnya bebas, Jun-pyo langsung menyusul Jan-di dan begitu bertemu muka, ia tidak ragu-ragu untuk memeluk gadis itu dengan erat.

Ketika tengah termenung sendirian, Jae-kyung didatangi oleh Ji-hoo. Pembicaraan antara keduanya berlangsung menarik, Jae-kyung menyebut bahwa alasan dirinya dan Ji-hoo gagal adalah karena keduanya kurang ambisius. Mengatakan bahwa dirinya bakal bertolak ke New York keesokan harinya, Jae-kyung menitipkan sebuah barang berharga untuk diberikan pada Jan-di : kalung bintang-bulan. Sambil tertawa, Jae-kyung mengaku sempat berharap bahwa inisial di kalung tersebut adalah untuk Ji-hoo dan Jan-di.

Sementara itu, Jun-pyo dan Jan-di akhirnya tiba di sebuah vila mewah dengan sebuah meja makan yang telah didesain untuk makan malam yang romantis. Dengan suara pelan, Jan-di menyatakan keheranannya terhadap Jun-pyo, pemuda yang memiliki segalanya namun memilih gadis seperti Jan-di yang tidak punya apa-apa. Dengan gayanya yang khas, Jun-pyo menyebut bahwa sosok Jan-di yang apa adanyalah yang justru membuatnya jatuh cinta.

Suasana semakin romantis ketika keduanya bersama-sama melihat bintang dengan menggunakan teropong, ucapan Jun-pyo soal teropong tersebut sempat membuat Jan-di simpati. Namun Jan-di tetaplah Jan-di, ucapannya yang polos membuat Jun-pyo kembali ceria, ia berjanji tidak akan membuat janji yang tidak bisa ditepati sambil mengungkapkan perasaan cintanya pada gadis itu.

Keesokan harinya, Jun-pyo dan Jan-di kedatangan F3. Begitu mendengar soal Jae-kyung, keduanya langsung bertolak ke bandara. Perpisahan antara Jae-kyung dan Jan-di berlangsung mengharukan, Jae-kyung sambil setengah bercanda meminta Jan-di untuk mempertahankan hubungannya dengan Jun-pyo meski berat. Sambil menahan air matanya, Jae-kyung bergegas naik ke pesawat sambil membawa satu-satunya kenangan berupa sepatu yang pernah diperebutkannya dengan Jun-pyo (yang sekaligus menjadi awal pertemuannya dengan pemuda itu).

Begitu kembali ke rumah, Jun-pyo langsung disambut oleh kemarahan Nyonya Kang, yang memutuskan untuk tidak mengijinkan sang putra keluar dari kamarnya. Seolah masih belum cukup, Nyonya Kang menemui Jan-di yang tengah bekerja di restoran dan menuduh gadis itu sebagai orang yang licik. Sebelum berpisah, sang direktur Shinhwa mengancam bakal membuat Jan-di menyesal telah merusak rencana yang telah disusunnya dengan rapi.

Nyonya Kang langsung terdiam begitu Kakek Yoon muncul sambil menegur wanita itu. Dengan suara berwibawa, sang kakek menyebut Jan-di adalah calon cucu menantunya. Belakangan kepada Ji-hoo, Kakek Yoon menyebut bahwa hal itu dilakukannya untuk melindungi Jan-di. Bahkan, pria setengah baya itu mengaku bahwa menurutnya Ji-hoo dan Jan-di tidak cocok sebagai pasangan.

Kejutan bagi Jan-di belum berakhir. Suatu saat, tiba-tiba ia didatangi Tuan Jung, yang meminta gadis itu utuk menemani seorang pria yang tengah berada dalam keadaan koma. Menolak untuk membeberkan identitas pria tersebut, Tuan Jung menyebut siap membayar Jan-di untuk menemani sambil sesekali membacakan cerita. Karena tengah membutuhkan uang, Jan-di langsung setuju.

Meski sempat tidak setuju mendengar Jan-di tinggal di rumah Ji-hoo, Jun-pyo sadar bahwa itulah yang terbaik bagi sang kekasih. Karena tidak bisa berkomunikasi dengan dunia luar, praktis Jun-pyo terisolir dikamarnya. Sementara itu di saat yang sama, Jan-di mulai menjalani hari-harinya sebagai pendamping seorang pria yang tengah terbaring koma. Saat tengah membacakan cerita, ia langsung teringat dengan Ji-hoo, pria yang selalu ada di saat dirinya membutuhkan kehadiran seseorang.

Sempat membantu Ji-hoo mencuci mobil, Jan-di tengah bersantai saat pemuda itu membacakannya sebuah puisi. Rupanya, itulah cara Ji-hoo untuk mengutarakan perasaan cintanya pada Jan-di. Sayangnya saat Ji-hoo menoleh untuk melihat reaksi Jan-di, gadis itu ternyata sudah tertidur.

Woo-bin tidak tinggal diam melihat Jun-pyo disekap, keduanya mulai menyusul siasat. Berkat bantuann kelompok mafia bawahan Woo-bin, Jun-pyo berhasil lolos dan langsung mengajak Jan-di untuk bertemu. Begitu mendengar kalau gadis itu tengah sibuk menjaga seorang anak laki-laki, Jun-pyo sempat terdiam.

Jan-di sendiri tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bersama Jun-pyo, ia mengusulkan supaya keduanya berkencan sambil menjaga anak. Meski sempat marah-marah karena merasa perhatian Jan-di terpecah, Jun-pyo akhirnya bisa berdamai dengan anak laki-laki yang tengah diasuh Jan-di.

 

 

Published in: on June 8, 2011 at 3:29 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://excitingstories97.wordpress.com/2011/06/08/boys-over-flowers-episode-7/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: