Boys Over Flowers Episode 6

Jun-pyo berbicara dengan nada sopan saat menolak cinta Jae-kyung. Dengan tegas, ia mengiyakan saat gadis itu menebak kalau Jun-pyo telah menyukai orang lain. Reaksi Jae-kyung yang terkenal ceplas-ceplos cukup mengejutkan : ia berusaha menghindar dari kenyataan.

Adegan saat Jae-kyung memeluk Jun-pyo terlihat oleh Jan-di, yang dengan terpukul memutuskan untuk melangkah pergi. Duduk dalam kesendirian, sosok Jan-di terlihat oleh Ji-hoo. Seolah sudah mengerti apa yang dirasakan gadis itu, dengan lembut Ji-hoo meraih telapak tangan Jan-di dan menasehatinya. Untuk menghibur, Ji-hoo memetik gitar sambil memainkan lagu.

Di kamar hotel, Jae-kyung melampiaskan kesedihannya dengan melahap es krim. Ia mulai bisa menebak ada apa antara Jan-di dan Jun-pyo lewat pertemuan pertamanya dengan Jan-di yang ketika itu mengaku sedang mencari kekasihnya. Diam-diam, Jae-kyung mulai membandingkan antara cincin yang hendak diberikannya pada Jun-pyo dengan kalung Jan-di.

Di tengah kekisruhan cinta segitiga antara Jan-di, Jun-pyo dan Jae-kyung, masalah juga tengah dihadapi oleh Woo-bin, yang diam-diam merasa minder karena berasal dari keluarga gangster. Saat pria itu sadar, giliran Yi-jung yang mabuk hingga akhirnya dipukuli dan mengalami cedera tangan yang cukup parah.

Setelah berpikir semalaman, Jae-kyung bertekad untuk memenangkan hati Jun-pyo dengan segala cara. Setelah sempat mengecoh Jan-di, yang datang bersama Ji-hoo, gadis itu membuat Jun-pyo tidak nyaman karena dengan seenaknya memerintah para pelayan di rumah keluarga Goo.

Sempat ragu-ragu saat diminta menyematkan cincin ke jari Jae-kyung, Jun-pyo tiba-tiba tersadar saat melihat ukiran di cincin tersebut. Dengan pelan, cincin tersebut kembali ditaruh di kotaknya dan Jun-pyo meminta ijin untuk pergi meninggalkan Jae-kyung.

Mendatangi Yi-jung yang sedang dalam keadaan putus asa karena pergelangan tangannya patah, raut wajah Jun-pyo langsung berubah saat sang sahabat mengisahkan tentang Jan-di yang harus berhenti berenang karena cedera yang menimpa.

Meski sempat dititipi Nyonya Kang untuk mengawasi Jun-pyo, diam-diam Tuan Jung tetap mengikuti perkembangan Jan-di dan memberitahu sang majikan dimana gadis itu berada. Saat bertemu gadis yang dicintainya dan sang adik Kang-san, Jun-pyo beralasan kalau dirinya juga tinggal di apartemen yang sama sebagai bagian dari ujian sebelum menjadi penerus Shinhwa.

Berkat nasehat Eun-jae, Ga-eul memberanikan diri untuk mengakui perasaannya pada Yi-jung. Sempat terkejut, playboy kelas kakap itu mampu menutupi perasaannya dengan menyebut tiga aturannya dalam berkencan. Dengan sedih, Ga-eul melangkah pergi tanpa sadar kalau dibelakangnya, Yi-jung menatap dengan penuh penyesalan.

Beralasan kalau dirinya terlalu banyak membeli makanan, Jun-pyo akhirnya menghabiskan makan malamnya bersama Jan-di dan Kang-san. Tinggal bersebelahan ternyata sempat membuat Jan-di terganggu. Malamnya, tiba-tiba Jun-pyo berteriak histeris akibat seekor kecoak yang muncul disana.

Sempat menemani Jun-pyo, yang begitu ketakutan, hingga pemuda itu tertidur, Jan-di mendapat kunjungan mendadak dari Jae-kyung (yang tidak sadar kalau Jun-pyo ada di apartemen sebelah).

Tidak ingin sang ibu mengetahui kepergiannya, Jun-pyo buru-buru mengemasi barang-barangnya. Namun, rencananya buyar oleh kemunculan Jae-kyung, yang tiba-tiba langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur sang pewaris Shinhwa.

Masih terus mabuk-mabukan, Yi-jung bergeming meski Woo-bin sudah berusaha membujuknya. Kesadarannya baru kembali begitu menerima telepon yang mengabarkan ibunya kembali mencoba bunuh diri dengan bantuan obat penenang. Masih terbawa emosi, Yi-jung menemui Ga-eul dan mengajak gadis itu berkencan.

Namun begitu sampai di bar, dengan sengaja Yi-jung merayu dan merangkul para wanita yang ada disana. Sempat berniat pergi, Ga-eul mengurungkan niatnya ketika Yi-jung memanggil. Kemarahan gadis itu tidak bisa ditahan lagi ketika bersama Yi-jung menemui ayah pemuda itu dan dengan sengaja Yi-jung menyindir soal kekasih sang ayah yang seumur dengan Ga-eul. Dengan satu gerakan cepat, Ga-eul menyiram wajah Yi-jung dengan air sebelum kemudian pergi dengan hati hancur.

Terpaksa harus mengikuti Jae-kyung karena kalah taruhan, Jun-pyo terkejut ketika gadis itu mengajaknya mampir ke apartemen Jan-di. Sempat bertengkar, Jun-pyo melihat Kang-san adik Jan-di hanya menatap saat keduanya bersantap. Sempat jengkel mendengar Jan-di sudah tidak lagi mempunyai ponsel, Jun-pyo langsung terdiam ketika Kang-san menceritakan alasannya. Dengan ceria, Jae-kyung mengajak Jun-pyo pergi dengan satu misi : membelikan ponsel baru untuk Jan-di.

Saat mengantar Jan-di ke klinik, Ji-hoo kembali bertemu dengan Kakek Yoon. Melihat sang cucu hendak keluar ruangan, Kakek Yoon dengan sedih menyampaikan permintaan maafnya karena apa yang terjadi beberapa tahun sebelumnya. Terus berjalan dibawah hujan, Ji-hoo langsung teringat saat kedua orangtuanya dimakamkan, dimana sang kakek meninggalkannya sendirian.

Kesedihan juga tengah dialami oleh Yi-jung, yang pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Beruntung baginya, Ga-eul muncul dan membopong pemuda itu masuk. Saat hendak pergi, tangan Ga-eul mendadak ditarik Yi-jung, yang mulai mengigau dan berbicara tentang bagaimana pemuda itu ketakutan bakal menyakiti hati wanita yang dicintainya.

Baru pulang di pagi hari setelah merawat Ji-hoo, ternyata Jan-di telah ditunggu Jun-pyo di apartemen. Keduanya sempat adu ngotot ketika Jan-di menolak untuk memberitahu apa yang dilakukan gadis itu hingga tidak pulang, namun Jun-pyo sempat merasakan kegembiraan karena bisa terus berada di apartemen Jan-di…hingga munculnya bawahan Nyonya Kang di malam hari untuk menyeretnya pulang.

Saat tengah ditarik keluar, Jun-pyo berpapasan dengan Ji-hoo yang baru saja tiba. Ji-hoo ternyata tidak datang sendirian, ia ditemani oleh Yi-jung dan Woo-bin. Tak berapa lama, muncul seorang tamu yang sama sekali tidak diduga : Nyonya Kang. Rupanya, kedatangan sang pemilik Shinhwa adalah untuk meminta Jan-di (dengan nada dingin) supaya tidak lagi menemui Jun-pyo kalau tidak ingin keluarganya terancam.

Dihukum tidak boleh keluar rumah, Jun-pyo dikunjungi oleh Jae-kyung. Sempat kesal melihat kemunculan gadis itu, sikap Jun-pyo mulai berubah saat tahu Jae-kyung berniat mengajaknya ke apartemen Jan-di, dimana F3 dan Ga-eul tengah asyik mendekorasi ulang tempat itu.

Begitu keduanya tiba, suasana terasa makin meriah. Sempat terjadi ‘insiden’ dimana Ji-hoo mencium pipi Yi-jung (sambil bercanda), suasana mulai menghangat ketika Jun-pyo menjawab pertanyaan soal wanita yang dicintainya dan tanpa basa-basi bertanya balik ke Jan-di soal janji yang pernah diucapkan. Dengan wajah sendu, Jan-di menyebut bahwa gadis yang pernah mengucapkan janji tersebut sudah tidak ada lagi.

Nyonya Kang rupanya tidak main-main dengan ancaman yang pernah dilontarkannya, ibu Jun-pyo tersebut berhasil memaksa Jan-di hingga tidak punya tempat tinggal karena apartemennya bakal digusur. Keruan saja, situasi keluarga Jan-di semakin tidak menentu.

Waktu untuk berpisah akhirnya tiba juga. Karena kondisi keuangan yang semakin kritis, Kang-san akhirnya menyusul kedua orangtuanya untuk tinggal di sebuah desa. Sadar kalau sang adik berkorban untuk dirinya, Jan-di sempat berniat untuk ikut. Namun, ia diingatkan untuk menyelesaikan sekolah. Sebelum berpisah, Kang-san memberitahu Jan-di kalau Jun-pyo masih menyukai gadis itu.

Dalam keadaan putus asa dan hanya menyisakan satu koper berisi pakaian, Jan-di berusaha mencari tempat untuk beristirahat. Sempat mencoba menelepon seseorang, gadis itu jatuh pingsan karena kelelahan, dan telah berada di kediaman keluarga Gu saat bangun.

Rupanya, ‘kehadiran’ Jan-di adalah atas prakarsa Jun-hee kakak Jun-pyo, yang sudah tahu apa yang telah terjadi. Dengan tegas, ia meminta Jan-di untuk tetap tinggal di kediaman keluarga Gu sampai menemukan rumah baru. Sempat menolak, Jan-di akhirnya tidak bisa menolak permintaan Jun-hee.

Dasar Jan-di, ia menolak tinggal tanpa melakukan apapun. Oleh Jun-hee, Jan-di diperkenalkan pada kepala pengurus rumah tangga keluarga Gu. Dibawah pengawasan wanita yang telah berumur itu, Jan-di dilatih keras. Kejadian lucu sempat dialami gadis itu, yang salah tingkah saat diminta untuk melayani Jun-pyo.

Sempat minta untuk dipindahtugaskan, Jan-di akhirnya harus menerima nasib melayani majikan barunya. Bisa dibayangkan, bagaimana terkejut (dan senangnya) Jun-pyo saat tahu siapa pelayan barunya. Sempat mengomel karena dikerjai Jun-pyo dengan disuruh melakukan berbagai pekerjaan, Jan-di akhirnya tertidur setelah membuatkan mie ramen untuk sang majikan.

Paginya, tugas berat berikutnya telah menanti Jan-di : membangunkan Jun-pyo. Kaget melihat seorang pelayan keluar sambil menangis, Jan-di langsung masuk ke dalam kamar. Selain sukses membuat Jun-pyo terbangun, ia juga berhasil menyelamatkan karir sang pelayan yang sempat diusir.

Tak lama setelah sama-sama meratapi nasib percintaannya yang malang bersama Ga-eul, yang ternyata juga mengalami nasib sama, dan disibukkan oleh kemunculan Jae-kyung, Jan-di berhasil memaksa dokter di klinik tempatnya bekerja untuk tinggal bersama Ji-hoo sang cucu. Sempat terjadi ketegangan, Ji-hoo akhirnya mengalah pada keinginan Jan-di.

Malamnya, Jan-di diminta Jun-pyo untuk menemaninya menonton film horor. Sempat canggung, Jan-di memutuskan untuk keluar dari kamar sang majikan. Namun tak lama kemudian, ia buru-buru masuk dan bersembunyi di dalam lemari. Rupanya, ia tidak ingin Jae-kyung, yang tengah berjalan ke kamar Jun-pyo, melihatnya disana.

Karena menunggu terlalu lama, Jan-di akhirnya tertidur didalam lemari. Karena merasa bersalah, gadis itu sempat bermimpi mendapat tamparan dari Jae-kyung sebelum terbangun dengan kaget.

Tidak tahan dengan Yi-jung yang terlihat begitu frustrasi, Ga-eul mengkonfrontir pria playboy itu dan menyebutnya sebagai pengecut. Bahkan, sahabat baik Jan-di itu bergeming ketika Yi-jung mengusirnya dan mengaku tahu kalau sosok Yi-jung yang selama ini ditunjukkan ke publik hanyalah topeng belaka.

Kembali mendapat tugas untuk membangunkan Jun-pyo, Jan-di sengaja menyiapkan weker besar yang bunyinya begitu nyaring. Secara tidak sengaja, tubuh gadis itu terjatuh diatas Jun-pyo yang berusaha keras menarik kembali selimutnya yang sudah tersibak.

Di luar dugaan, Jun-pyo malah memeluk Jan-di semakin erat. Tepat pada saat keduanya nyaris berciuman, mendadak dari belakang terdengar suara seseorang yang masuk kedalam kamar. Tidak salah, orang itu adalah Jae-kyung.

Published in: on June 8, 2011 at 3:26 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://excitingstories97.wordpress.com/2011/06/08/boys-over-flowers-episode-6/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: