Boys Over Flowers Episode 5

Jan-di baru sadar saat berada di sebuah kuil, kekuatirannya dilihat oleh Ji-hoo yang langsung mengambil tindakan. Rupanya, pria itu meminjam sebuah gitar dan untuk menggantikan uang (dan dompet) Jan-di yang hilang, Ji-hoo mengamen ditengah kerumunan orang-orang.

Bisa ditebak, penonton langsung memberi aplaus meriah sementara Jan-di dari kejauhan cuma bisa menatap dengan kagum. Dalam perjalanan pulang ke rumah Ming, Jan-di yang keseleo kembali dibuat kehabisan kata-kata oleh aksi Ji-hoo, yang rela membopongnya. Keduanya tidak sadar kalau dari belakang, Jun-pyo yang berada di dalam mobil terus memandangi mereka.

Keesokan harinya, setelah sempat diselingi kejadian memalukan dengan Ji-hoo, Jan-di memutuskan untuk kembali ke Korea. Di bandara, ia sempat berdebat dengan Ji-hoo saat mengajukan tawaran untuk mengganti tiket pesawat kelas satu dengan kelas ekonomi. Namun, ucapan pria itu langsung menuntaskan perdebatan dengan cepat.

Ditengah pertemuan bisnis, Jun-pyo diingatkan oleh asisten kepercayaannya Tuan Jung kalau pesawat Jan-di bakal terbang ke Seoul di sore hari. Saat waktu tersisa dua jam, Jun-pyo berhasil meloloskan diri dan langsung menuju ke bandara. Namun didepan matanya, ia meliat Ji-hoo sedang berlutut memakaikan sepatu ke Jan-di.

Kontan saja adu mulut antara kedua personil F4 itu tidak bisa dihindari, Jun-pyo tidak bisa lagi menahan emosinya saat Ji-hoo mengatakan tidak akan melepas Jan-di untuk kedua kalinya. Namun ketika Jan-di mengkonfrontirnya, Jun-pyo tidak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa terduduk di lantai menyaksikan gadis yang dicintainya pulang bersama Ji-hoo.

Setelah kembali ke Korea, Jan-di kerap tidak fokus dengan pekerjaannya sampai suatu saat ia ditugaskan untuk mengantar makanan ke sebuah klinik. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Jan-di mulai optimis menghadapi hidup tanpa Jun-pyo.

Namun semua ternyata hanya berlangsung sementara. Setelah melihat berita tentang Shinhwa Group di televisi, secara kebetulan ia bertemu dengan Jun-hee. Saat dibawa pulang ke rumah keluarga Goo, pertahanan Jan-di akhirnya runtuh.

Bukan cuma Jun-hee, pasangan Ga-eul dan Yi-jung juga penasaran dengan perubahan sifat Jun-pyo yang begitu drastis. Untuk memastikan kecurigaannya, Yi-jung meminta Ga-eul mengajak Jan-di untuk datang ke pesta ultah Jun-pyo. Siapa sangka, Jan-di ternyata juga mendapat undangan….dari Nyonya Kang.

Sempat merasa kalau ia seharusnya tidak muncul, Jan-di malah ‘ditodong’ Nyonya Kang untuk tampil memainkan piano sambil bernyanyi untuk Jun-pyo. Untungnya, penampilan gadis itu tidak mengecewakan. Sempat sedikit kecewa karena gagal menjatuhkan mental Jan-di, Nyonya Kang ternyata masih punya satu kejutan lagi.

Rupanya, Nyonya Kang berniat mengumumkan pertunangan Jun-pyo dengan Jae-kyung. Sadar kalau ibunya mulai berulah, Jun-pyo meminta Jan-di mengikutinya. Pemuda itu tidak sadar, yang ditariknya justru bukanlah Jan-di melainkan Jae-kyung.

Kesalahpahaman itu kontan membuat Jan-di makin terpuruk, sementara Jun-pyo baru sadar kalau dirinya telah menarik gadis yang salah saat berada ditengah taman. Tidak terima dengan perlakuan sang pewaris Shinhwa, Jae-kyung langsung melompat ke punggung Jun-pyo sambil mengigit telinga pria itu.

Dalam perjalanan pulang dengan taksi, Jan-di berpura-pura tegar sambil mengatakan ke Ji-hoo kalau dirinya tidak perduli dengan Jun-pyo. Sadar kalau yang dikatakan gadis itu bukanlah kebenaran, Ji-hoo membela Jun-pyo sambil menyebut sahabat baiknya itu pasti tidak tahu apa-apa.

Tersenyum karena tahu alasan sahabatnya datang, Ji-hoo langsung menceritakan keadaan Jan-di yang baik-baik saja. Meski sempat berpura-pura tidak mau tahu, raut wajah Jun-pyo berubah saat melihat boneka buatan Jan-di yang semula hendak diberikan pada dirinya.

Paginya di sekolah, Jan-di dikejutkan oleh kemunculan Jae-kyung. Rupanya gadis itu bakal mengikuti kuliah di universitas Shinhwa, dan dengan penuh semangat berharap bisa bersahabat baik. Berusaha untuk tetap bersikap sopan, raut wajah Jan-di berubah saat Jae-kyung mengatakan ada disana untuk menemui seseorang.

Apa yang terjadi berikutnya sangat mengejutkan. Melihat Jun-pyo mendekat bersama rekan-rekan F4nya, Jae-kyung langsung memiting leher pria itu sambil memanggilnya dengan sapaan tunangan. Tidak perduli meski sempat diomeli, Jae-kyung menunjuknya sambil menyebut bahwa ia bakal menaklukkan Jun-pyo.

Niat Jae-kyung untuk bersahabat dengan Jan-di tidak main-main, ia bahkan mendatangi tempat gadis itu dan Ga-eul bekerja sambil setengah memaksa ingin ikut serta. Tidak cuma itu, ia juga terus bertanya tentang diri Jun-pyo ke Jan-di.

Rupanya meski tahu hubungan Jan-di dan Jun-pyo, ia tidak sadar kalau keduanya lebih dari sekedar teman. Dengan wajah sumrigah, Jae-kyung memproklamirkan Jan-di sebagai gurunya dalam urusan berkencan dan menaklukkan Jun-pyo. Meski sebal, belakangan Ga-eul mengakui kalau ia mengerti perasaan Jan-di yang sulit membenci Ga-eul.

Berita tentang Jun-pyo terdengar oleh keluarga Jan-di, yang juga dikejutkan oleh kehadiran tamu tak diundang : Jae-kyung. Tidak sadar siapa gadis itu sebenarnya, ayah dan ibu Jun-pyo mengijinkan Jae-kyung menginap dan bahkan meminjamkan piyama yang pernah dipakai Jun-pyo. Menjelang tidur, Jae-kyung tak henti-hentinya membicarakan Jun-pyo.

Di kampus, Jun-pyo terus mengikuti Jan-di sambil berusaha menjelaskan kalau pertunangannya dengan Jae-kyung adalah ulah Nyonya Kang. Namun, Jan-di yang tidak mau mendengar penjelasan mempercepat langkahnya dan saat bertemu Ji-hoo, meminta supaya pemuda itu mau memboncenginya.

Apes bagi mereka, adegan itu terlihat oleh Jae-kyung, yang kontan mengira Ji-hoo adalah pria yang disukai oleh Jan-di. Melihat perkembangan keadaan yang semakin rumit, Yi-jung dan Woo-bin bertekad membantu untuk memisahkan Jun-pyo dari Jae-kyung. Siapa sangka, strategi keduanya malah jadi senjata makan tuan.

Strategi terakhir adalah melupakan Jae-kyung serta memfokuskan perhatian pada pasangan Jun-pyo dan Jan-di. Strateginya adalah dengan meminta Ga-eul menelepon Jan-di dan mengaku kalau dirinya diajak kencan oleh Yi-jung. Tahu akan sifat playboy personil F4 yang satu ini, Jan-di dengan panik meminta bantuan Jun-pyo.

Sempat terjadi sejumlah peristiwa lucu, Jun-pyo sempat tidak percaya kalau Yi-jung menyukai gadis sederhana seperti Ga-eul. Namun, Jan-di semakin panik saat Woo-bin mengatakan bahwa Ga-eul adalah tipe idaman Yi-jung.

Penguntitan berlangsung hingga malam hari, Jun-pyo dan Jan-di tidak sadar kalau mereka dijebak. Tidak sengaja berpelukan, Yi-jung tersenyum melihat kedekatan Jun-pyo dan Jan-di serta mengeluarkan trik terakhirnya : kembang api. Seolah masih belum cukup, Jun-pyo dan Jan-di sengaja menyewa kamar tepat di sebelah kamar Yi-jung dan Ga-eul.

Berada didalam satu kamar, keadaan sempat kaku saat Jan-di mengucapkan selamat ultah pada Jun-pyo. Tidak tahan dengan ucapan pria itu, Jan-di memutuskan untuk keluar kamar. Siapa sangka, di koridor ia malah bertemu Nyonya Kang. Sambil memaki-maki gadis malang itu, Nyonya Kang nyaris saja menampar Jan-di kalau Jun-pyo tidak muncul dan menahan tangan sang ibu.

Melihat putranya ada disana, Nyonya Kang langsung menyuruh anak buahnya untuk menyeret Jun-pyo pergi dari lokasi itu. Sebelum ditarik paksa, Jun-pyo masih sempat mengirim SMS pada Ji-hoo untuk meminta tolong sang sahabat dekat supaya mau menjaga Jan-di. Sayang saat Ji-hoo tiba, Jan-di sudah tidak ada di hotel.

Ji-hoo nampaknya benar-benar telah mengenal Jan-di, ia langsung menyusul gadis itu di klinik. Dugaannya benar, Jan-di tengah membersihkan klinik dengan wajah muram. Terus melihat aksi kekasih Jun-pyo itu, Ji-hoo langsung menyodorkan bahunya saat Jan-di menangis tersedu-sedu.

Kuatir kalau Jan-di bakal dicelakai, Jun-pyo yang terus mendapat pengawasan ketat dari sang ibu memutuskan untuk mengacuhkan Jan-di saat di kampus. Siapa sangka, masalah besar kembali menimpa keluarga Geum : rumah mereka beserta seisi barang-barangnya bakal disita.

Di tengah perdebatan, tiba-tiba Jun-hee muncul dan menyuruh Jun-pyo untuk keluar dari ruangan. Hanya berdua dengan Nyonya Kang, Jun-hee mengingatkan sang ibu untuk tidak lagi mencampuri urusan asmara Jun-pyo terutama dengan alasan demi kebahagiaan sang putra.

Di tempat lain, Jan-di tengah sibuk menggantikan jadwal orangtuanya di bidang kebersihan. Saat asyik membersihkan lantai, tiba-tiba Ji-hoo muncul dan tanpa banyak bicara langsung membantu. Setelah semuanya selesai, Ji-hoo menunggu Jan-di di luar kamar kecil. Saat mengintip kedalam, ia melihat gadis itu sudah tidak sadarkan diri.

Dengan panik, Ji-hoo langsung membawa Jan-di pulang dan memanggil dokter. Setelah dipastikan kalau gadis itu hanya kelelahan, Ji-hoo secara tidak sengaja melihat ujung jari Jan-di berdarah dan menciumnya dengan lembut. Adegan itu terlihat oleh Jun-pyo, yang langsung kembali ke mobilnya sambil mengingat ucapan terakhir Ji-hoo di bandara yang menyebut tidak akan mengalah lagi soal Jan-di.

Keesokan harinya saat berpapasan di sekolah, Jan-di mengacuhkan Jun-pyo saat keduanya berpapasan. Belum hilang sakit hatinya, Jan-di mendapat pukulan baru ketika Jae-kyung tiba-tiba mengajak bicara empat mata, dan memberitahu kalau dirinya telah diajak Jun-pyo untuk resmi berkencan. Dengan suara lemah, Jan-di menyampaikan ucapan selamat.

Muncul bersama untuk pertama kalinya di peluncuran produk perusahaan Shinhwa, Jun-pyo disambut tatapan dingin rekan-rekan F3nya sementara sang ibu terlihat begitu gembira. Saat pergi keluar, Jae-kyung terlihat begitu bahagia sementara Jun-pyo berulang kali terlihat melamun.

Di sekolah, Jae-kyung terus menempel ketat Jun-pyo hingga pria itu merasa risih. Supaya mau menurut, Jae-kyung meminta supaya Jun-pyo menciumnya. Dengan berat hati, sekaligus demi menguji perasaannya, Jun-pyo mencium Jae-kyung tanpa sadar bahwa dari kejauhan adegan tersebut terlihat oleh Jan-di.

Sadar kalau hati Jan-di tengah terluka, Ji-hoo terus mengikuti gadis itu tanpa bicara sepatah kata pun. Setelah beberapa waktu berlalu, Jan-di mulai tenang dan langsung mengiyakan saat diajak makan malam. Dasar apes, keduanya malah bertemu Jun-pyo dan Jae-kyung, yang malah mendatangi Jan-di dan Ji-hoo dengan sumrigah.

Suasana berlangsung canggung…sampai Jae-kyung melihat tatapan Jan-di ke arah pengumuman yang menyebut bahwa siapapun yang mampu menghabiskan ramen porsi besar dalam 20 menit bisa mendapatkan 50 kupon gratis.

Dengan imbalan permintaan dituruti, Jae-kyung dengan cepat menghabiskan ramen porsi besar dan dengan senyum penuh kemenangan menyerahkan kupon makan gratis pada Jan-di. Permintaan Jae-kyung cuma satu : liburan bersama Jun-pyo, Ji-hoo, dan Jan-di.

Sementara itu di tempat lain, Yi-jung tengah asyik minum-minum hingga mabuk demi melupakan pertemuan dengan sang ayah. Ingatannya langsung melayang ke masa lalu, saat dirinya yang masih kecil dihibur oleh Eun-jae. Dalam bayangannya, Eun-jae masih terus menemani.

Sempat terkejut saat melihat cincin pasangan yang baru saja dibeli Jae-kyung, Jan-di langsung teringat dengan kalung berinisial J/J dengan motif bintang-bulan pemberian Jun-pyo. Tanpa sengaja, kalung tersebut jatuh ke dalam kolam. Saat tengah berusaha mengambil, tiba-tiba bahu Jan-di mulai terasa sakit.

Pelan tapi pasti, tubuh Jan-di tenggelam. Siapa sangka, gadis itu malah diselamatkan Jun-pyo. Saat tengah membopong tubuh Jan-di, Jun-pyo berpapasan dengan Ji-hoo dan Jae-kyung. Dengan sedikit ogah-ogahan, Jun-pyo memberikan Jan-di ke Ji-hoo. Setelah semuanya pergi, tanpa sengaja Jae-kyung melihat kalung J/J milik Jan-di yang terjatuh.

Kejadian dimana Jun-pyo menyerahkan Jan-di ke Ji-hoo membuat pemuda itu termenung, namun lamunannya buyar oleh kemunculan Jae-kyung yang mengenakan bikini. Mendadak, Jae-kyung memeluk Jun-pyo dari belakang. Lagi-lagi, adegan itu terlihat oleh Jan-di.

Published in: on June 8, 2011 at 3:20 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://excitingstories97.wordpress.com/2011/06/08/boys-over-flowers-episode-5/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: